METODA KERJA PENGERJAAN

I. MEDIA DECK

LAP BAHAN CARA KERJA
Pembersihan Langkah pertama media Di bersihkan secara Detail agar tidak ada kendala untuk daya lekatnya.
1 (Dua Komponent )

  1. Bonding Agent Acrilic
  2. Sement Base
Di campurkan di gunakan untukmlap. Pertama yang berfungsi untuk sebagai Penetrasi serta menutupi retak-retak serta penyatu debu.
2 The Best & strong Di gunakan lapisan kedua dengan campuran 20 % air sbagai lapisan kedap air , di berikan membran untuk tempat-tempat kritis dan bahaya.Diberikan Lapisan membran Polyester untuk Uang retak-retak , rawan dan Kritis.
3 The Best & strong Di gunakan lapisan ketiga dengan campuran 10 % air sbagai lapisan kedap air dan elasticnya.

II. MEDIA DINDING

LAP BAHAN CARA KERJA
Pembersihan Langkah pertama media Di bersihkan secara Detail agar tidak ada kendala untuk daya lekatnya.
1 The Best & strong Di gunakan lapisan kedua dengan campuran 20 % air sbagai lapisan kedap air , di berikan membran untuk tempat-tempat kritis dan bahaya.
Diberikan Lapisan membran Polyester untuk Uang retak-retak , rawan dan Kritis.
2 The Best & strong Di gunakan lapisan ketiga dengan campuran 10 % air sbagai lapisan kedap air dan elasticnya.

III. MEMBRAN BAKAR

LAP BAHAN CARA KERJA
Pembersihan Langkah pertama media Di bersihkan secara Detail agar tidak ada kendala untuk daya lekatnya.
1 Cat Primier + Hard Thinner Di campurkan di gunakan untuk lap. Pertama yang berfungsi untuk sebagai Penetrasi serta menutupi retak-retak serta penyatu debu.
2
  • Sika Bituseal 3 mm
  • Proofex Tourseal  3 mm
  • Bitumat 3 mm
  • Masterpreen 3000
  • Casali  3mm
  • Ultrachem 3 mm
  • Mapei 3mm
  • Pluvitect  3mm
Di tempelkan pada media yang sudah di primer, . dengan cara di bakar kedua media baik media yang di primer dan Membran Bakarnya,
Di perhatikan Overlapping , agar tidak mudah rembes.
3 Cat Primier + Hard Thinner Ditaburi pasir silica agar tidak kena sengatan mathari langsung, atau benturan hujan, bila tidak di plaster lagi

 

IV. LAIN LAIN

A. Metodologi injection concrete dan injeksi pollyurethan

 

1. Bobok area keretakan kebocoran sedalam 5-10 cm hingga membentuk hurup V

2. Melakukan pengeboran di area yang sudah di bobok untuk pemasangan pipa peker dengan jarak 20 cm

3. Pemasangan pipa peker injeksi

4.  Grouting, pliging area yang telah di bobok guna saat injeksi tidak keluar dari beton,grouting pluging ini menggunakan material sikaset,accerator dikombinasikan dengan semen

5. Melakukan injection concrete ke pipa-pipa peker yang telah di isi material injeksi grouting menggunakan material intraplast dan semen atau polyurethane

6. Pemotongan pipa peker yang telah di injeksi

7. Perapian/finishing bekas bobokan injection concrete, perapisan ini menggunakan material semen floor hardener.

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN.

1 . TABUNG INJEKSI 1 PCS

2 . KOMPRESOR 1 PCS

3 . MESIN INJEKSI POLYURETHAN

4 . MESIN BOR BETON 3 PCS

5 . KABEL YANG UKURANNYA DISESUAIKAN DENGAN LUAS LOKASI

6 . PALU, Betel, EMBER DAN ALAT PENDUKUNG LAINNYA

ALAT PENGAMAN KERJA

1 . SEPATU BOT

2 . SARUNG TANGAN

3 . HELM PROYEK

4 . KACAMATA

B. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Floor Hardener:

 

  1. Persiapan Permukaan;  Tebal pelat beton minimal 10 cm, Ratakan beton yang baru dituang dengan mengunakan batang penggetar. Untuk mempermudah proses pengecoran & menjaga mutu beton tambahkan additive plasticizer (BetonMix) dengan mengurangi pemakaian air.
  2. Perataan Permukaan;  Beton diratakan dengan jidar (batang besi lurus) sesuai level yang diinginkan, setelah plastisitasnya cukup, haluskan permukaannya beton dengan mengunakan trowel kayu dan trowel finish mesin.
  3. Penaburan;  Plat beton siap untuk ditaburi bubuk floor hardener apabila permukaanya ditekan dengan ibu jari hanya akan meninggalkan bekas sedalam 3-5 mm saja, Taburkan bubuk floor hardener secara merata dengan tangan atau alat yang sesuai.
  4. Pemadatan;  Tunggu sampai bubuk floor hardener telah dilembabkan oleh kandungan air semen pada permukaan beton, gunakan mesin trowel finish dengan putaran rendah dan dasar yang benar- benar rata ( Flat ).
  5. Penghalusan Awal;  Segera setelah beton mulai mengeras ( Initial setting ) lakukan penghalusan dengan mesin trowel finish dengan putaran baling baling logam yang lebih halus dengan posisi sudut rendah.
  6. Penghalusan Akhir;  Proses penghalusan akhir yang diperlukan dapat dilakukan kemudian dengan mesin trowel dengan putaran yang tinggi. Selanjutnya untuk melindungi permukaan beton dari penguapan air yg terlalu cepat & retakan, semprotkan dengan bahan curing transparant.

 

C. Metode Pelaksanaan Pekerjaan EPOXY:

 

1.Lantai dasar adalah beton yang memiliki kuat tekan minimal 225 kg/cm2, dengan tulangan sesuai disain dari perencana struktur.

2.Lantai beton ini harus bisa menerima beban tanpa terjadi penurunan sama sekali.

3.Umur lantai minimal 28 hari dan tingkat kelembaban tidak lebih dari 80% RH saat aplikasi akan dimulai.

4.Untuk lantai yang berada langsung di atas tanah, sangat disarankan untuk dilapisi oleh lapisan penghalang uap air (water vapour barrier) berbentuk lembaran tipis dari bahan bitumen yang dilapis dengan bahan plastik polyethylene.

5.Saat pengecoran lantai harus diratakan (leveling) dengan peralatan yang memadai seperti jidar (baik jidar manual atau jidar bergetar / screeder) dan ketinggiannya diawasi dan dicermati dengan peralatan ukur yang baik (theodolit ataupun sistim laser), sehingga kerataan, kehalusan dan ketinggian lantai sesuai dengan rencana awal.

6.Permukaan lantai halus, tidak bergelombang dan tidak kasar.

7.Metode pengupasan permukaan seperti menggunakan alat grit-blasting, waterjetting, Blastrac ataupun diamondize scrubber bisa digunakan terutama untuk permukaan yang telah terkontaminasi oleh tumpahan semen atau kotoran kering yang telah membatu dan lainnya.

8.Gunakan air dan sabun untuk mencuci bersih kotoran cair berupa minyak, oli atau pasta.

9.Setelah itu lantai harus dikeringkan minimal 2 x 24 jam sebelum dilanjutkan dengan pemasangan Cat Epoxy . Gunakan kipas angin berskala besar (blower) dapat membantu proses pengeringan kondisi lantai yang basah atau lembab

10.Pastikan beton bersih dari debu , bersihkan dengan alat penyedot debu (vacuum cleaner)

11.Lantai beton yang telah memenuhi syarat di atas, dilapisi terlebih dahulu dengan Epoxy Primer dapat diaplikasikan dengan roller ataupun disemprot dengan tekanan udara.

12.Tunggu Lapisan primer kering untuk paling tidak dibiarkan selama 12 jam

13.Kemudian laukan tahapan Base Epoxy Coat,Body Coate dan Top Coate) – Tiap tahapan di Sending dan Cleaning.

14.Gunakan roller yang berkwalitas baik, dimana bulu-bulunya tidak akan rontok saat digunakan.

15.Pelapisan dilakukan 2 kali, dimana arah pelapisan sebaiknya saling bersilangan

16.Selama proses pelapisan, perhatikan kebersihan lantai dari debu,serangga terbang seperti lalat, laron, nyamuk dan lainnya. Jika didapati kotoran atau hewan yang jatuh harus segera dibuang dan dilapis kembali.

17.Selama proses pengerjaan buklah semua jendela dan pintu karena ruangan tertutup membahayakan keselamatan pekerja.

18.Dilarang keras merokok dari mulai pencampuran hingga pelapisan

19.Setiap kali selesai pelapisan, lantai tidak boleh dilewati orang, gerobak ataupun kendaraan lainnya hingga minimal 12 jam

20.Setelah 12 jam, orang dijinkan menginjak lapisan cat epoxy lantai akan tetapi dengan sangat hati-hati dan tidak menggunakan sepatu yang memiliki ujung atau sol sepatu yang tajam atau keras.

21. Sebaiknya pekerja berjalan tanpa menggunakan sepatu sama sekali atau hanya menggunakan sandal karet yang lunak

22.Gerobak, handpallet, forklift ataupun kendaraan lain baru boleh melewati lantai setelah 7 hari dari pelapisan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *